Example 728x250

Pembangunan Jalan Rabat Beton di Nagori Puli Buah Diduga Sarat Penyimpangan

 

SIMALUNGUN-Hallosumut.com.

Proyek pembangunan jalan rabat beton di Nagori Puli Buah, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, yang bersumber dari Dana Desa (APBN) Tahun Anggaran 2025, diduga menjadi ajang korupsi. Proyek senilai Rp144.166.006 ini disinyalir tidak sesuai dengan spesifikasi yang tertera pada papan proyek.(senin,18/08/2025)

Berdasarkan pantauan awak media Hallosumut.com di lokasi, proyek yang seharusnya memiliki volume 250 x 2.00 x 0.15 meter ini menunjukkan kejanggalan. Material yang digunakan terlihat tidak memenuhi standar. Terlihat pekerja mencampur bahan seadanya, bahkan hanya menggunakan jenis semen bermerk “Semen Merah Putih” dengan berat 40kg, yang tidak jelas peruntukannya.

Kondisi fisik jalan yang sedang dibangun juga mengkhawatirkan. Tampak campuran semen dan batu pecah (padas) yang tidak merata. Beberapa bagian jalan bahkan terlihat seperti urugan tanah biasa yang ditutupi campuran semen tipis.

 

Papan proyek yang terpampang menyebutkan total biaya proyek sebesar Rp144.166.006, dengan rincian biaya fisik + PPN 11% sebesar Rp140.499.640 dan biaya umum Rp3.666.366. Namun, dengan kondisi pekerjaan yang diduga tidak sesuai standar, muncul pertanyaan besar tentang transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana desa ini.
Masyarakat setempat berharap pihak berwenang, terutama Inspektorat Kabupaten Simalungun dan aparat penegak hukum, segera turun tangan untuk melakukan audit dan investigasi. Pembangunan yang seharusnya bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat, malah dicurigai menjadi ladang korupsi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Sementara di sisi lain Ketua LSM KCBI Simalungun Bung Juni Pardomuan saragih akan Siap Surati Pangulu Nagori Puli Buah Terkait Dugaan Korupsi Proyek Rabat Beton Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) Simalungun menyatakan sikap tegas terkait dugaan korupsi dalam proyek pembangunan jalan rabat beton di Nagori Puli Buah. Menyikapi temuan awak media di lapangan yang menunjukkan adanya penyimpangan, LSM KCBI berencana untuk segera melayangkan surat kepada Pangulu (Kepala Desa) Nagori Puli Buah, Huta II Sibayak.

Ketua LSM KCBI Simalungun, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian dari fungsi pengawasan LSM terhadap penggunaan anggaran negara, khususnya Dana Desa. “Kami melihat ada indikasi kuat penyimpangan dalam proyek rabat beton ini. Dari segi material hingga kualitas pekerjaan, semuanya tidak sesuai dengan standar yang seharusnya,” ujarnya.Hingga berita ini di layangkan ke meja redaksi belum ada tanggapan dari pangulu puli buah.(Red)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *