Simalungun-Hallosumut.com.
Warga Nagori Puli Buah, Kecamatan Raya Kahean, Kabupaten Simalungun, menyoroti dua proyek pembangunan jalan produksi rabat beton yang bersumber dari Dana Desa (APBN) Tahun Anggaran 2025. Pasalnya, meski menelan anggaran hingga Rp314 juta lebih, kualitas hasil pekerjaan di lapangan sangat mengecewakan dan diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Rabu,20/08/2025
Proyek Pertama: Huta IV Luppat Nihirik
Proyek pembangunan jalan produksi rabat beton di Huta IV Luppat Nihirik tercatat memiliki volume 295 x 2,00 x 0,15 meter dengan anggaran total Rp170.749.600.
Namun, hasil fisik di lapangan menunjukkan banyak kejanggalan. Proses pengecoran dilakukan dengan meletakkan batu besar, lalu hanya ditutup tipis oleh adukan semen yang terlihat encer. Akibatnya, permukaan jalan cepat retak, tidak rata, dan rawan rusak meski baru selesai dikerjakan.
Seorang warga menyebut pekerjaan tersebut tidak layak disebut pembangunan.
“Kami lihat langsung cara mereka kerja. Batu ditumpuk, disiram semen tipis. Uang Rp170 juta habis, tapi jalan seperti ini. Sangat tidak masuk akal,” keluhnya.
Proyek Kedua: Huta II Sibayak
Proyek serupa juga dilaksanakan di Huta II Sibayak dengan volume 250 x 2,00 x 0,15 meter dan anggaran sebesar Rp144.166.006.
Sayangnya, kualitas pekerjaan juga jauh dari harapan. Beton terlihat rapuh, permukaan jalan bergelombang, dan beberapa bagian sudah mulai hancur. Warga menyebut material yang digunakan tidak sesuai standar, karena banyak ditemukan batu kasar dengan sedikit adukan semen.
“Kalau pengerjaan seperti ini, jelas hanya buang-buang anggaran. Jalan cepat rusak, sementara uang ratusan juta sudah keluar,” ungkap warga lain dengan nada kesal.
Total Anggaran Rp314 Juta Lebih
Jika dijumlahkan, kedua proyek jalan produksi tersebut menelan biaya Rp314.915.606. Anggaran fantastis ini seharusnya mampu menghasilkan pembangunan jalan yang kokoh dan bermanfaat bagi masyarakat. Namun kenyataan di lapangan justru memperlihatkan indikasi kuat adanya penyimpangan.
Warga Desak Pemeriksaan
Warga menduga proyek ini menjadi ajang korupsi dengan modus pengerjaan asal-asalan. Mereka mendesak Dinas PUPR Kabupaten Simalungun, Inspektorat, hingga aparat penegak hukum segera turun ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh.
“Kami minta pihak terkait jangan tutup mata. Ini uang negara, uang rakyat. Kalau dibiarkan, masyarakat yang rugi. Harus ada audit, jangan sampai jadi bancakan oknum tertentu,” tegas salah satu tokoh masyarakat.
Dengan kondisi fisik yang jauh dari standar konstruksi dan penggunaan anggaran yang tidak sebanding dengan hasil pekerjaan, dugaan korupsi dalam proyek jalan produksi Nagori Puli Buah semakin menguat.
Sementara ketika awak media mencoba menghubungi pangulu puli buah melalui panggilan whatshaap namun gak berhasil walaupun tampak dalam keadaan aktif,tidak sampai disitu awak media mengirikan pesan namun tudak di gubris walaupun tampak centeng dua.Menanggapi hal tersebut awak media dan beberapa warga yang namanya tidak mau di fublikasikan tambah curiga dalam pengerjaan tersebut di duga ajang korupsi.Hingga berita ini di layangkan ke meja redaksi belum ada klarifikasi dari pangulu puli buah. Bersambung.(J.s)